Wednesday, February 10, 2010

Pengertian Perencanaan Pengajaran

1. Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai.
2. Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun diluar kelas.
Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek yang dilakukan oleh guru untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan di kelas atau di luar kelas. Perencanaan pembelajaran tersebut perlu dilakukan agar guru dapat mengkoordinasikan berbagai komponen pembelajaran yang berorientasi (berbasis) pada pembentukan kompetensi siswa, yakni kompetensi dasar, materi standar, indicator hasil belajar, dan penilaian berbasis kelas (PBK). Kompetensi dasar berfungsi untuk memberikan makna terhadap kompetensi dasar. Indikator hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Sedangkan PBK sebagai alat untuk mengukur pembentkan kompetensi serta menentukan tindakan yang harus dilakukan jika kompetensi standar belum tercapai.

3. Perencanaan pengajaran mempunyai beberapa faktor yang mendukung tujuan pembelajaran tercapai misal :
a. Persiapan sebelum mengajar
b. Situasi ruangan dan letak sekolah dari jangkauan kendaraan umum
c. Tingkat intelegensi siswa
d. Materi pelajaran yang akan disampaikan
4. Faidah perencanaan :
a. Karena adanya perencanaan maka pelaksanaan pengajaran menjadi baik dan efektif. Yang dimaksud adalah maka seorang guru bisa memberikan materi pelajaran dengan baik karena ia harus dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara mantap, tegas dan fleksibel.
b. Karena perencanaan maka seseorang akan tumbuh menjadi seseorang guru yang baik. Yang di maksud adalah guru membuat persiapan yang baik dan adanya pertumbuhan berkat pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus.
Bagaimana cara untuk mencapai hasil hasil belajar yang efektif yang dijadikan pedoman dalam setiap kali membuat perencanaan ?
5. Perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mendahului pelaksanaan, mengingat perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukan ke mana harus pergi dan mengidentifikasikan persyaratan yang diperlukan dengan cara yang efektif dan efesien. Maka perencanaan mengandung 6 pokok pikiran, yakni:
• Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan.
• Keadaan masa depan dibandingkan dengan keadaan sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya.
• Untuk menutup kesenjangan itu perlu dilakukan usaha-usaha.
• Usaha yang dilakukan dapat beranekaragam dan merupakan alternatif yang mungkin ditempuh.
• Pemilihan alternatif yang paling baik adalah yang mempunyai efektivitas dan efesiensi.
• Alternatif yang dipilih harus diperinci sehingga menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan.
6. Pendapat Banghart dan Albert Trull. Mereka tidak memberikan batasan perencanaan pengajaran secara eksklusif, melainkan mengatakan bahwa dalam rangka mengerti makna perencanaan pengajaran dapat dilihat dari 3 dimensi, yakni:
• Karakteristik perencanaan pengajaran berusaha menggambarkan sifat-sifat aktivitas perencanaan pengajaran.
• Dimensi perencanaan pengajaran, berkenaan dengan luas dan cakupan aktivitas perencanaan yang mungkin dalam sistem pendidikan.
• Kendala-kendala berkaitan dengan adanya beberapa faktor pembatas atau penghalang.
7. Kegiatan yang merupakan karakteristik perencanaan pengajaran adalah:
a. Proses rasional
b. Konsep dinamik
c. Perencanaan terdiri dari beberapa aktivitas
d. Perencanaan pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam memanajemennya.
8. Dimensi perencanaan pengajaran yakni berkaitan dengan cakupan dan sifat-sifat dari beberapa karakteristik yang ditemukan dalam perencanaan pengajaran. Pertimbangan terhadap dimensi-dimensi itu memungkinkan diadakannya perencanaan komprehensif yang menalar dan efesien, yakni:
a. Signifikan
b. Feasibilitas
c. Relevansi
d. Kepastian atau definitiveness
e. Ketelitian atau Parsimoniusness
f. Adaptabilitas
g. Waktu
h. Monitoring atau pemantauan
i. Isi perencanaan
9. Perencanaan pengajaran yang bak perlu memuat:
• Tujuan yang diinginkan sebagai hasil proses pendidikan
• Program dan layanan atau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas belajar dan layanan-layanan pendukungnya.
• Tenaga manusia, yakni mencakup cara-cara mengembangkan prestasi, spesialisasi, perilaku, kompetensi, maupun kepuasan mereka
• Bangunan pisik mencakup tentang cara-cara penggunaan, pola distribusi dan kaitannya dengan baguanan pisik lainnya
• Keuangan, meliputi rencana pengeluaran dan penerimaan
• Struktur organisasi
• Konteks sosial atau elemen-elemen lainnya yang dipertimbangkan dalam perencanaan pengajaran.
10. Philip Commbs mengatakan dalam arti yang luas, perencanaan pengajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efesien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para murid dan masyarakatnya

KONSEP ISLAM

Sesungguhnya agama islam diturunkan oleh Allah hanyalah untuk manusia maka seluruh hal yang berkaitan dengan islam seperti al-qur’an, hadist serta produk yang dihasilkannya seperti akidah, syari’ah dan akhlak disesuaikan Allah untuk pemikiran manusia.Agama tidak berfungsi untuk menjadikan manusia menjadi tuhan baru kemudian memahami nya namun agama menunjuki manusia kepada perintah-perintah Allah sebagai hambaNYA.Manusia diperintahkan untuk mematuhi perintah Allah dan kebenaran yang mutlak pada tatanan manusia bukan sebagai tatanan tuhan.Memang manusia Tidak akan pernah mencapai kebenaran Allah yang absolut.Maka manusia berhak menginterpretasikan perintah-perintah tuhan tersebut namun harus sesuai dengan konteks pengambilan hukum islam (ijtihad) yang telah diperintahkan oleh Allah melalui Nabi Muhammad saw.Para mufassir yang telah menginterpretasikan perintah Allah tersebut sering menemukan kesamaan dalam hasil temuan mereka sehingga bisa kita jadikan sebuah kebenaran yang mendekati kebenaran yang mutlak (karena mustahil mereka sama dan berkumpul untuk menyiapkan kebohongan tentunya proses ijtihad mereka tersebut harus suci dari niat-niat pribadi dan murni untuk mencari kebenaran).Sebagai misal, pemahaman para mufassir bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi terakhir, bahwa Allah adalah satu (ahad), Allah tidak punya anak, dan tidak diperanakkan, pemahaman bahwa salat lima waktu wajib, zakat wajib, haji wajib, puasa Ramadhan wajib, riba, babi, zina, judi adalah haram, dan sebagainya, adalah contoh-contoh pemahaman yang tidak ‘parsial-kontekstual’ dan ‘tidak mungkin keliru’. Pemahaman mufassir tentang hal-hal yang pokok dan mendasar dalam Islam semacam itu, tidak pernah berbeda, dan pasti kebenarannya. Sampai hari kiamat, para ulama dan umat Islam pasti memahami bahwa salat lima wajtu itu wajib, bahwa puasa Ramadhan itu dilakukan di bulan Ramadhan, dan bukan di bulan Muharram. Umat Islam di mana pun, dan kapan pun, akan sama pikirannya dalam memahami hal itu. Tidak tergantung kepada tempat atau konteks sosial-historis tertentu.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Jaringan Ilmu Pengetahuan | 2012 Templates
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top