Friday, April 23, 2010

Melindungi Diri Dari kejahatan dunia maya (Cyber Crime )

Pencurian informasi (identitas) dari akun jejaring sosial dan email menjadi modus bagi attacker, pelaku kejahatan internet. Jika beberapa tahun lalu Friendster dijadikan modus trafficking, Februari 2010 lalu disebut sebagai bulan kejahatan Facebook karena maraknya kasus dari jejaring sosial ini.

Eksploitasi informasi pribadi pengguna jejaring sosial, menjadi potensi ekonomi yang ilegal. Kasus yang sering terjadi diawali dari bagaimana attacker mendapatkan password dari sasarannya, yang kebanyakan perempuan.

Modusnya, attacker mencuri data dengan melacak data pribadi melalui jejaring sosial. Caranya, mengenalkan diri atau mengajak berteman dengan cara yang tidak mencurigakan melalui Facebook (atau jejaring sosial lain). Kata kunci untuk melacak password email, bisa didapatkan dari obrolan ringan seperti hobi, tempat bulan madu, atau apa pun.

"Teknik yang paling sering digunakan attacker disebut sebagai social engineering. Jika beberapa tahun lalu, attacker sulit mendapat password, kini dengan perkembangan internet dan jejaring sosial, password lebih mudah dilacak," papar Muhammad Salahuddien, Vice Chairman Id-SIRTII, lembaga keamanan jaringan internet kepada Kompas Female.

Sebaiknya mulai lindungi data pribadi Anda dan mulai mengubah perilaku dengan tidak terlalu mengumbar data yang sifatnya personal di akun jejaring sosial. Caranya?

1. Sewa akun email
Akun gratisan memang paling populer di masyarakat. Akses yang mudah dengan syarat sederhana memungkinkan semakin banyak user bergabung dalam akun email seperti Yahoo! misalnya. Menyewa akun dari penyedia jasa internet (misalnya CBN, BIZNET, Centrin, dan lain-lain), tidak terlalu menguras dompet, maksimal Rp 50.000 per bulan. Cara ini lebih aman, karena prosedurnya lebih ketat dan data Anda terlindungi.

2. Beli domain
Situs jejaring sosial menjadi populer tak sekadar sebagai ajang kumpul pertemanan, namun juga sebagai sarana pemasaran bisnis Anda. Namun risikonya data Anda akan mudah terakses orang yang berniat jahat. Membeli domain sendiri akan lebih aman bagi Anda. Anda hanya perlu registrasi dan membayar Rp 100.000 per tahun misalkan, dan Anda mendapatkan domain pribadi. Memang butuh keahlian khusus untuk desain website, namun Anda bisa meminta bantuan teman atau menyewa jasa webdesign.

3. Pilih akun dengan prosedur ketat
Pilihan akun email gratisan banyak jumlahnya. Kemudahan registrasi atau akses memang tak menyita waktu Anda saat membuat akun. Namun registrasi yang membutuhkan waktu dengan prosedur lumayan ketat justru lebih aman, misalnya Gmail. Artinya, penyedia jasa akun email memiliki mekanisme yang jauh lebih aman untuk user-nya.

4. Proteksi akun email lebih ketat
Jika diminta memasukkan secondary email, sebaiknya hindari saja. Prinsipnya minimalisasi munculnya akun Anda di dunia maya agar tak mudah diakses attacker. Sembunyikan email dalam akun jejaring sosial. Atur agar tak banyak orang yang bisa mengakses.

7. Minimalisasi data diri
Sebisa mungkin kurangi posting yang sifatnya personal untuk meminimalisasi akses atas data diri Anda. Memang akses jejaring sosial bisa sangat membantu bisnis atau pekerjaan Anda, namun terlalu berlebihan memberikan informasi diri juga berisiko.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Jaringan Ilmu Pengetahuan | 2012 Templates
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top